• Home
  • Dumai
  • DLH Dumai Sebut Tumpahan CPO PT SDS Bisa Ganggu Ekosistem Laut

DLH Dumai Sebut Tumpahan CPO PT SDS Bisa Ganggu Ekosistem Laut

Sabtu, 01 Februari 2020 10:57:00
BAGIKAN:
Antara
Dumaii, Revolusi.co.id - Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai menyatakan tumpahan Crude Palm Oil (CPO) milik PT Sari Dumai Sejati (SDS) pada Selasa (28/1) lalu di perairan dalam jumlah banyak bisa mengganggu ekosistem laut.
 
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Afdal menyebut, tumpahan CPO dalam jumlah banyak membuat permukaan laut tertutupi minyak dan membuat sinar matahari tidak dapat menembus lapisan CPO berada di permukaan air.
 
"Ekosistem di laut akan terganggu kalau minyak tumpah dalam jumlah banyak, karena sinar matahari terhalang masuk ke perairan," kata Afdal kepada pers, Jumat.
 
Dijelaskan, jika kondisi tumpahan dibiarkan, dikuatirkan dapat mengurangi kadar oksigen bawah laut dan membuat sejumlah ekosistem yang berada di sekitarnya akan mati.
 
Harus ada penanganan cepat mengenai tumpahnya CPO, dan perusahaan berlokasi di Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan ini harus segera melakukan pembersihan, jika tidak akan menyebar dan berakibat fatal bagi ekosistem laut.
 
"DLH Kota Dumai langsung turun ke lapangan dan sangat disayangkan mereka hanya memasang oil boom berukuran pendek," sebut Afdal.
 
Atas kejadian tumpahan ini, DLH Dumai sudah melaporkan ke Penegakkan Hukum KLHK Riau untuk penanganan lebih lanjut dan membuat berita acara.
 
Perusahaan diimbau untuk terus mengecek kondisi pipa dan melakukan perawatan agar tidak terjadi peristiwa yang dapat merusak ekosistem, seperti kebocoran minyak maupun tumpahan minyak di perairan.
 
Diberitakan, CPO PT SDS tumpah ke perairan sekitar dermaga perusahaan pada Selasa (28/1) sekitar pukul 06.00 WIB, dan Humas PT SDS Dumai Kamero Bangun klaim tumpahnya CPOhanya 500 liter, akibat selang putus saat transferke kapal.
 
"Selasa (28/1) sekitar pukul 06.00 WIB, minyak CPO tumpah akibat selang putus. Tindakan pembersihan sudah dilakukan," kata Kamero dalam keterangan pers saat itu.
 
Informasi diterima, tumpahan CPO diduga puluhan ton, dan warga nelayan hingga Jumat ini masih terlihatmengumpulkan sisa sisa minyak yang mengalir di parit dan alur sungai sekitar pabrik
 
"Banyak warga mengumpulkan sisa minyak dengan turun ke laut, jumlah drum nya tidak sedikit, dan pembersihan juga lambat," kata seorang warga.(antarariau)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Walikota Zulkifli AS Berharap Semoga Semakin Menyebarkan Kebaikan Literasi di Kota Dumai

    DUMAI, Revolusi.co.id  – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Seminar Literisasi Perpustakaan Kota Du
  • Staf Ahli Setdako Dumai Resmikan Sonaview Hotel

    DUMAI, RIAUGREEN.COM  – Walikota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Stah Ahli H. Fauzi Efrizal, S.Sos, M.Si hadir sekaligus meresmikan Sonaview Hotel. Kamis (20/02/

  • Pelindo I Cabang Dumai Gelar Aksi Donor Darah

    DUMAI, Revolusi.co.id - PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai menggelar aksi donor darah, Rabu (19/02/2020) pagi di Kantor Pelindo I Cabang Dumai Jalan Sultan

  • Memasuki Bulan K3 Nasional Tahun 2020,PT SDS Gelar Donor Darah

    Dumai, Revolusi.co.id– PT Sari Dumai Sejati (Apical) yang berlokasi di Dumai, Riau, mendukung pelaksanaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 20

  • KOMENTAR