• Home
  • Dumai
  • Angka Stunting Dumai Terendah Di Riau

Angka Stunting Dumai Terendah Di Riau

Kamis, 13 Februari 2020 18:02:00
BAGIKAN:
infopublik.dumaikota.go.id
DUMAI, Revolusi.co.id – Pemerintah Kota Dumai berhasil menekan angka Stunting atau anak-anak gagal tumbuh akibat kurang gizi. Tahun 2019, tercatat hanya 290 jiwa atau kurang dari 1 persen dari total jumlah penduduk. terendah se-Provinsi Riau.
 
Meski terendah, Walikota Dumai H. Zulkifli AS mengaku belum puas. Bahkan ia meminta kepada seluruh stake holder terkait untuk berkolaborasi agar angka penderita stunting bisa ditekan.
 
“Kita tidak bangga. Harus ditekan lagi. Satu saja sudah merupakan kerugian bagi kita”, ujar Walikota Dumai H. Zulkifli AS, saat membuka Pertemuan Intevensi Terpadu dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Dumai, Rabu (12/02) di Hotel The Zuri Dumai.
 
Menurut Walikota, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, total penderita stunting atau gizi buruk di Riau dari Januari hingga Desember 2019 sebanyak 16.275 jiwa. Dari jumlah ini, Kota Dumai berada di urutan ke-12 atau paling bawah dengan jumlah penderita sebanyak 290 orang.
 
Zulkifli AS juga mengaku cukup prihatin melihat jumlah anak-anak yang gagal tumbuh akibat kurang gizi. Karena masalah stunting menyangkut masa depan anak-anak Kota Dumai, peningkatan kualitas SDM dan kemanusiaan.
 
“Kedepan kita harus melakukan pencegahan sejak awal. Dimulai dari pra nikah. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas bisa bekerjasama dengan KUA dalam hal penyuluhan kesehatan. Termasuk pemenuhan gizi sejak bayi masih dalam kandungan. Karena kasus stunting ini bisa ditekan dengan pencegahan sejak pra nikah”, ujar Zulkifli AS.
 
Yang terpenting menurut Zulkifli AS, adalah memberikan pemahaman kepada masayarakat tentang arti penting gizi dalam mewujudkan SDM yang unggul. Dan pemenuhan gizi bisa dilakukan dilingkugan sekitar tanpa biaya yang mahal.
 
“Yang harus dipahami itu, gizi seimbang itu tidak harus mahal. Banyak sumber pangan di sekitar yang bisa dimanfaatkan”, lanjut Zulkifli AS.
 
Atas nama Pemerintah Kota Dumai dan Zulkifli AS menghimbau kepada instansi terkait dan pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya masing-masing untuk bergandeng tangan menyelesaikan kasus per kasus ini. Karena kasus ini kalau dibiarkan akan menjadi masalah besar bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan penduduk kota Dumai kedepan.
 
“Kepada instansi terkait saya tegaskan untuk mempercepat melakukan intervensi langsung sasaran rumah tangga yang ibunya baru melahirkan.  Seperti mengecek asupan makanan si bayi. Melihat status gizi si ibu apakah sudah cukup atau belum. Melihat adakah si bayi terkena penyakit menular atau tidak dan melihat tingkat kesehatan lingkungan disekitar tempat si bayi baru melahirkan”, pinta Walikota.
 
Termasuk juga penyediaan air bersih sudah yang rumah tangga, steril sanitasi maupun bersangkutan sudah layak minum. “Bagi saya perbaikan gizi masyarakat menjadi tujuan utama. Tentunya Peningkatan pendapatan, peningkatan konsumsi energi, dan peningkatan status gizi menjadi perhatian kita bersama”, pungkas Zulkifli  AS. (dsk/amd)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Walikota Zulkifli AS Berharap Semoga Semakin Menyebarkan Kebaikan Literasi di Kota Dumai

    DUMAI, Revolusi.co.id  – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Seminar Literisasi Perpustakaan Kota Du
  • Staf Ahli Setdako Dumai Resmikan Sonaview Hotel

    DUMAI, RIAUGREEN.COM  – Walikota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Stah Ahli H. Fauzi Efrizal, S.Sos, M.Si hadir sekaligus meresmikan Sonaview Hotel. Kamis (20/02/

  • Pelindo I Cabang Dumai Gelar Aksi Donor Darah

    DUMAI, Revolusi.co.id - PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai menggelar aksi donor darah, Rabu (19/02/2020) pagi di Kantor Pelindo I Cabang Dumai Jalan Sultan

  • Memasuki Bulan K3 Nasional Tahun 2020,PT SDS Gelar Donor Darah

    Dumai, Revolusi.co.id– PT Sari Dumai Sejati (Apical) yang berlokasi di Dumai, Riau, mendukung pelaksanaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 20

  • KOMENTAR