Bencana Jadi Ajang “Pencitraan Dan Kebohongan Pejabat, ” Tanpa memberi Solusi Yang Tepat

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

REVOLUSI.co.id– Ditengah – tengah bencana yang kini menimpa beberapa daerah provinsi di Indonesia, yaitu Provinsia Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, Pejabat pemerintah kita seakan menganggap bencana sebagai guyonan semata dan dianggap hal sepele, Pemerintah seakan tidak peduli dengan bencana yang melanda rakyat nya sendiri, mereka hanya berlomba – lomba mencari popularitas nya masing – masing demi sebuah penghargaan peningkatan pengakuan masyarakat, terhadap sosok dan mesin partai.

Ke pura – puraan pejabat yang ada di Indonesia itu, terlihat berseliweran di media sosial, dan tingkah nya terlihat kocak, seperti pelawak yang terlihat kaku dalam melakukan nya.

Dagelan – dagelan politik terus dibunyikan untuk meraih sebuah harapan, tanpa melirik rakyat yang sedang kelaparan dan kehausan dan merintih karena kehilangan harta benda serta saudaranya yang tergerus arus banjir bandang.

Dalam dagelan para pejabat bahwa material kayu yang terbawa arus banjir merupakan pohon yang terbawa longsor jadi bukan hasil penebangan, dagelan selanjutnya tidak ada penebangan di hutan secara ilegal, jadi pohon tergerus banjir itu bukan hasil pembalakan hutan, tapi pohon yang tergerus banjir.

Hebatnya lagi pohon yang tergerus banjir itu tidak ada ranting nya, tidak ada daun nya dan sudah tidak ada kulitnya, jadi pemerintah menganggap tidak ada perambahan hutan, walau hutan di daerah terdampak bencana terlihat gundul.

Saling tuding di tubuh pejabat pun mulai bertebaran, kerusakan hutan terlihat jelas dengan bertebarannya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir, serta lumpur yang tergerus air hujan.

Ditengah bencana yang melanda saudara – saudara kita, pejabat – pejabat sibuk pencitraan agar mereka tidak terkena dampak dari bencana di 3 provinsi.

Dalam situasi bencana yang dahsyat itu, pemerintah pun enggan menjadikan status bencana nasional dengan harapan tidak terbongkarnya kerusakan alam Indonesia yang dimana sebagian hutannya telah hancur dirusak oleh penguasa yang tidak bertanggung jawab.

Kita kena bencana masyarakat menderita, tapi hasil pembalakan hutan malah lari keluar negeri, pencitraan pejabat publik pun mulai ancang – ancang, mereka memasang parasut donasi untuk menggalang dana, padahal pemerintah tak perlu menggalang dana, cukup gunakan APBN untuk membantu saudara kita yang terdampak bencana.

Kita sebagai masyarakat miris dengan keadaan pejabat sekarang, yang sudah tidak mempunyai moral dan hati nurani, seakan diri nya benar, rakyat pun di tindak, Belanda menjajah meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi kita semua, tapi pejabat Indonesia hanya meninggalkan bencana bagi rakyat nya sendiri.

Penulis : Asep Setiawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Wilson Lalengke Bukber di Kediaman Ustadz Anton Susanto
Beranikah 1.574 Pejabat Negara Sumbangkan Gaji Rp.50 juta/Orang/Bulan Untuk Rakyat
Tes Urine untuk Polisi, Separah Inikah Lingkaran Narkoba di Tubuh POLRI
Kapolres Bima Kota Terduga Kepemilikan Narkotika, Memasuki Gelar Perkara di Bareskrim POLRI
Gurita Narkoba di Jantung Kepolisian dan Urgensi Revolusi Moralitas Polri
Kriminalisasi Korban Pencurian di Pancur Batu, Potret Buram Hukum Yang Tidak Tegak
2000 Anak Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Kepala BGN Harus Diperiksa
Klarifikasi Pemberitaan, Dandim 0505 Jakarta Timur Kunjungi Sekretariat Nasional PPWI

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:55 WIB

Proyek Kalijeruk-Sarwadadi: Pelaksana Berikan Klarifikasi Teknis Terkait Retakan Talud dan Spesifikasi Beton

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:52 WIB

Menjemput Marwah Karangpucung: Memilih Arsitek Perubahan, Bukan Sekadar Penguasa Desa

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:06 WIB

Panen “Cengcelengan” Rp1 Miliar, Jadi Penyelamat Nelayan di Musim Paceklik Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Pemprov & Pemkot: Ahmad Luthfi Pastikan Iklim Investasi di Pabrik PT. ACI Salatiga Kondusif

Senin, 9 Maret 2026 - 14:06 WIB

Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, Pemuda Pancasila PAC Binangun Salurkan Amanah Ketua MPC ke Pondok Pesantren

Senin, 9 Maret 2026 - 10:27 WIB

Menguliti Kedok “Baksos” di Lingkungan Sekolah, Edukasi atau Eksploitasi Wali Murid?

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Bhaksos di Bulan Ramadhan: PAC Pemuda Pancasila Karangpucung Bagikan 500 Cup Takjil Gratis 

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:09 WIB

Ahmad Luthfi: Kepemimpinan Humanis dengan Filosofi “Gopeni Nglakoni” di Jawa Tengah

Berita Terbaru