Aksi Massa Konawe Utara Kepung PT KES di Jakarta, Sorot Dugaan Tambang Ilegal dan Perambahan Hutan

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Jakarta, REVOLUSI.co.id– Ibu kota memanas, ratusan massa dari Konsorsium Lembaga Pemerhati Konawe Utara menggeruduk kantor PT Kembar Emas Sultra, meluapkan kemarahan atas dugaan penambangan tanpa RKAB dan dugaan perambahan kawasan hutan.

<span;>‎Sejak pagi tekanan massa tak terbendung, spanduk bernada keras terbentang, orasi tajam menggema. Demonstran menuding adanya praktik yang dinilai mencederai regulasi dan mengancam kelestarian lingkungan.

<span;>‎Ketegangan mencapai puncak saat massa mencoba menembus mendekati pintu masuk gedung, aksi saling dorong dengan aparat penegak hukum pecah di depan kantor. Suasana sempat ricuh, barikade aparat diguncang desakan demonstran yang bersikeras menuntut perwakilan perusahaan keluar.

<span;>‎Koordinator aksi Leo, melontarkan pernyataan keras di tengah gelombang massa. “Ini bukan sekadar aksi, ini peringatan terbuka, jika dugaan penambangan tanpa RKAB dan perambahan hutan terbukti benar, maka itu pelanggaran serius. Hukum tidak boleh kalah oleh kepentingan,” tegas Leo.

‎Leo menyatakan pihaknya mengantongi data dan temuan yang diklaim menjadi dasar protes. Konsorsium mendesak Kementerian ESDM, KLHK, serta aparat penegak hukum segera turun tangan.

<span;>‎“Negara tidak boleh diam, regulasi tidak boleh dipermainkan, lingkungan bukan korban bisnis,” lanjutnya lantang.

‎Hingga aksi berlangsung, PT Kembar Emas Sultra belum menyampaikan pernyataan resmi. Sikap bungkam tersebut justru memantik kecurigaan dan memperkeras nada tuntutan massa.

‎Aksi ini menyeret kembali isu sensitif ke ruang publik: kepatuhan perusahaan tambang terhadap RKAB dan perlindungan kawasan hutan. Di tengah sorotan tajam, Konsorsium menegaskan bahwa tekanan publik tidak akan berhenti.
<span;>‎
<span;>‎Tidak hanya tentang perambahan kawasan hutan tanpa mengantongi izin PPKH dan penambangan tanpa adanya RKAB. PT. KES juga kembali disoroti dengan adanya aktivitas pengeluran ore nikel yang diduga kuat menggunakan dokumen penjualan milik perusahaan lain.

‎“Jika tak ada klarifikasi dan langkah hukum yang tegas, kami pastikan aksi lanjutan akan lebih besar,” tutup Leo.

‎Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa konflik antara aktivitas pertambangan dan perlindungan lingkungan terus menyala—dan kini bergema di jantung ibu kota.

‎“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jika tidak ada respons dan langkah hukum yang jelas, aksi lanjutan akan digelar,” tutup Leo. ( Red )

Berita Terkait

Proyek Kalijeruk-Sarwadadi: Pelaksana Berikan Klarifikasi Teknis Terkait Retakan Talud dan Spesifikasi Beton
Menjemput Marwah Karangpucung: Memilih Arsitek Perubahan, Bukan Sekadar Penguasa Desa
Panen “Cengcelengan” Rp1 Miliar, Jadi Penyelamat Nelayan di Musim Paceklik Jelang Lebaran
Gubernur Jateng Ajak Wartawan ‘Gempur’ Kemiskinan Lewat Keterbukaan Informasi
Sinergi Pemprov & Pemkot: Ahmad Luthfi Pastikan Iklim Investasi di Pabrik PT. ACI Salatiga Kondusif
Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, Pemuda Pancasila PAC Binangun Salurkan Amanah Ketua MPC ke Pondok Pesantren
Menguliti Kedok “Baksos” di Lingkungan Sekolah, Edukasi atau Eksploitasi Wali Murid?
Bhaksos di Bulan Ramadhan: PAC Pemuda Pancasila Karangpucung Bagikan 500 Cup Takjil Gratis 

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:38 WIB

BTS Solokanjeruk Diduga  Tanpa PBG Tanpa AMDAL Pekerja Tanpa Safety, Dan Pemerintah Tutup Mata

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:31 WIB

Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Menjadi Momentum Pipin Arifin Jadi Camat Ibun Definitif

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:51 WIB

Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:30 WIB

Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:39 WIB

Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem Toni Permana, S.H., Gelar reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Bumiwangi

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:11 WIB

Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Gelar Reses di  GOR Al- Mufasir Rancabali Kec. paseh

Senin, 23 Februari 2026 - 19:30 WIB

Perkuat Soliditas, Korwil II MPC Pemuda Pancasila Cilacap Serahkan Sertifikat Diklat KOTI Mahatidana 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 18:50 WIB

Anggota DPRD Kab. Bandung, Dari Fraksi Demokrat Raindra  Laksanakan Reses Masa Sidang II di Desa Cigentur

Berita Terbaru