Ada Apa ? Kisruh Korupsi Mantan Ketua Umum PWI, Negara Hukum Kacau, Polisi Justifikasi Pelaku dan Pelapor

- Jurnalis

Rabu, 11 September 2024 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, REVOLUSI.co.id –  Skandal korupsi yang melibatkan Hendry Bangun, mantan Ketua Umum PWI Pusat, telah mengguncang publik dan menimbulkan keresahan mendalam tentang integritas sistem hukum di Indonesia. Kasus ini membuka tabir ketidakadilan di mana pelaku korupsi tampaknya mendapat perlakuan istimewa, sementara laporan dari korban dan pelapor justru terabaikan.

Hendry Bangun, yang pernah memimpin organisasi pers terkemuka, kini terjerat dalam pusaran kasus korupsi besar yang melibatkan penggelapan dana publik. Kasus ini dilaporkan telah terjadi beberapa waktu lalu, namun penanganannya jauh dari memuaskan. Laporan resmi dari pihak pelapor tampaknya terabaikan, dan hal ini memunculkan spekulasi tentang adanya “backing” atau dukungan dari pihak berwenang yang membuat proses hukum menjadi tidak transparan.

Penegakan hukum di negara ini semakin dipertanyakan setelah munculnya laporan bahwa pihak kepolisian, yang seharusnya menjadi pelindung keadilan, justru memberikan perhatian berlebihan kepada Hendry Bangun. Hal ini tentu saja menimbulkan kecurigaan bahwa ada permainan politik atau kepentingan tertentu yang mempengaruhi jalannya proses hukum.

Situasi ini menyoroti kekacauan dalam penegakan hukum di Indonesia, di mana pelapor yang seharusnya mendapatkan perlindungan malah merasa terabaikan. Publik pun mulai mempertanyakan integritas dan kredibilitas aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi.

Menanggapi situasi ini, sejumlah pihak telah mulai bersuara keras, meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian dan meminta agar kasus ini diusut secara tuntas tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Beberapa laporan dari publik bahkan meminta agar Kapolri turun tangan untuk memastikan bahwa penegakan hukum dilakukan secara adil dan transparan.

Kasus ini adalah cermin dari berbagai masalah sistemik yang ada dalam penegakan hukum di Indonesia. Semoga, dengan adanya tekanan publik dan pengawasan yang ketat, kasus ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan dan memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan dengan adil.

Berita Terkait

Beranikah 1.574 Pejabat Negara Sumbangkan Gaji Rp.50 juta/Orang/Bulan Untuk Rakyat
Tes Urine untuk Polisi, Separah Inikah Lingkaran Narkoba di Tubuh POLRI
Kapolres Bima Kota Terduga Kepemilikan Narkotika, Memasuki Gelar Perkara di Bareskrim POLRI
Gurita Narkoba di Jantung Kepolisian dan Urgensi Revolusi Moralitas Polri
Kriminalisasi Korban Pencurian di Pancur Batu, Potret Buram Hukum Yang Tidak Tegak
2000 Anak Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Kepala BGN Harus Diperiksa
Klarifikasi Pemberitaan, Dandim 0505 Jakarta Timur Kunjungi Sekretariat Nasional PPWI
Diduga Catut Nama Kasubdit Tipiter Polda Jabar, Lakukan Teror  Kepada Media Di Karawang

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:51 WIB

Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:30 WIB

Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:39 WIB

Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem Toni Permana, S.H., Gelar reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Bumiwangi

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:11 WIB

Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Gelar Reses di  GOR Al- Mufasir Rancabali Kec. paseh

Senin, 23 Februari 2026 - 19:30 WIB

Perkuat Soliditas, Korwil II MPC Pemuda Pancasila Cilacap Serahkan Sertifikat Diklat KOTI Mahatidana 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 18:50 WIB

Anggota DPRD Kab. Bandung, Dari Fraksi Demokrat Raindra  Laksanakan Reses Masa Sidang II di Desa Cigentur

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:02 WIB

RSUD Majalaya Berbenah Tingkatkan Rasa Nyaman dan aman Kepada Pasien

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:02 WIB

Dadang M Naser Bantu Masyarakat,  Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru